[FF] BOYFRIEND Hyunseong – SUPERNATURAL Part 1

FF Poster Supernatural - Hyunseong by daisy0526|tumblr

Cast: BOYFRIEND Hyunseong, Donghyun, Youngmin, Kwangmin, Jeongmin, Minwoo, Park Sunghyo (you).

Genre: Romance, fantasy.

________ 

Park Sunghyo seorang mahasiswi biasa, selalu menjalani kehidupanya yang biasa dengan tanpa semangat. Hingga pada suatu hari bertemu dengan Hyunseong seorang peri dengan kekuatan supernatural yang mengubah kehidupannya. Bagaimanakah kehidupan baru Sunghyo setelah bertemu dengan peri-peri spesial lainnya?

(1)

“ne eomma.. aku baik-baik saja. eumm.. baiklah.. bip!”

“Huh apa yang harus aku lakukan? ini benar-benar membosankan”

“Mem.. bo.. san.. kan” gumam Sunghyo setiap harinya. Dimalam yang cukup dingin dan sunyi dengan terus mengeluh, Sunghyo melalui jalan panjang menuju apartementnya yang cukup jauh dari kampus. Setidaknya dia harus berjalan menuju pemberhentian bus, menaiki bus, berhenti di halte kedua, kemudian kembali berjalan mewati beberapa blok  dan taman hingga akhirnya ia akan sampai di apartemen kecilnya.

“Tolong.. eung.. tolong aku..”

‘Euh?? Suara apa tadi?’

“Tolong.. aku mohon” Sunghyo mendekati asal suara yang berada di sebelah kanan taman.

“Omoo.. apa kau baik-baik saja?? Lenganmu berdarah. Omooo bagaimana ini? Tolong” Teriak Sunghyo panik setelah melihat luka dilengan dan darah yang mengotori pakaian putih pemuda tersebut. “aku akan membawamu ke rumah sakit. Apa kau bisa berjalan?”

“ah tidak perlu.. jangan bawa aku ke rumah sakit.. aku mohon”

“ah benar juga.. aku juga tidak punya uang..” dengan terpaksa Sunghyo membawa pemuda yang mungkin seumuran atau lebih muda darinya itu ke apartemennya.

Keesokan harinya Sunghyo tidak tega membangunkan pemuda yang terlihat begitu lemah tidur di sofa tuanya. Lukanya sepertinya cukup parah, tapi Sunghyo hanya bisa mengobati luka yang ada dilengan saja. Dia tidak tau mungkin dia juga mengalami luka dalam atau semacamnya. Mungkin pemuda itu dirampok atau berkelahi dengan seseorang.

‘Aku harus berangkat pagi ini, jika kau lapar makanlah sereal dan susu yang ada di kulkas. Aku tidak mengunci rumah jadi kau bisa kabur kapanpun kau mau. Cepat sembuh ^^ –Sunghyo-‘ Setelah menulis note tersebut, Sunghyo menempelkan di dahi si  pemuda tanpa nama. Kemudain meninggalkan apartemennya dengan terburu-buru karena khawatir akan terlambat. Hari ini Sunghyo terlihat berbeda dari hari-hari sebelumnya. Yah setidaknya dia tidak bangun seorang diri.

Tapi tetap saja tidak ada yang berubah dari aktifitas perkuliahannya. Setelah selesai beberapa kelas Sunghyo memesan makan siang dengan menu biasa, pergi keperpustakaan, dan kembali mengikuti kelas hingga sore hari. Matahari mulai tenggelam saat Sunghyo melewati taman. Tidak sengaja Sunghyo melihat seorang pria dengan pakaian putih seperti yang dipakai pemuda tanpa nama yang terluka kemarin. Sunghyo tidak mau berfikir panjang dan kembali melanjutkan perjalanannya.

“Euh.. kau belum pergi?” tanya Sunghyo ketika melihat si tanpa nama melihat televisi di depan sofa tua.

“apa kau mengusirku?”

“apa? Ah apakah kau tidak bersekolah?”

“sekolah? Tidak.. apa kau berfikir aku masih pantas untuk sekolah?”

“mungkin” jawab Sunghyo ragu.

“Sunghyo-ssi, bolehkah aku tinggal disini untuk beberapa waktu?”

“eumm.. bagaimana aku bisa membiarkan seorang pria tampa nama berkeliaran di rumahku?”

“ah panggil aku Hyunseong, nunna. Kau lebih tua beberapa hari daripada aku”

“bagaimana kau tau?” tanya Sunghyo smabil mengambil air minum di kulkas.

“kau membiarkan rumahmu begitu saja tak terkunci. Aku bahkan tau kau menyembunyikan tabungan dan kartu debitmu di laci kedua sebelah kanan. Benarkan?”

Hampir saja Sunghyo menumpahkan air minumnya karena kaget “Apa? Kau bahkan menggeledah rumahku?”

“aku tidak perlu menggeledah sebenarnya. Kau hanya perlu memberiku makan setidaknya tiga kali sehari dan aku akan menjaga rumahmu. Ah tidak, makan dua kali sehari juga cukup”

“ Apa?? Lalu bagaimana dengan lenganmu??”

“ah ini, tidak apa-apa, hanya luka kecil”

“ha?” Sunghyo kaget dengan pernyataan tersebut. “lalu untuk apa kau semalam teriak-teriak minta tolong hingga membuatku panik dan membawamu kesini. Kau sudah mengurangi waktu tidurku satu setengah jam hanya untuk merawat lukamu itu, apa kau tidak berterimakasih? Kau bahkan masih mau tinggal disini?”

“ehem.. Terimakasih dan aku akan merepotkamu dan menempel padamu setiap hari. Kau harus bertanggung jawab karena telah menyelamatkanku. Lukaku tidak hanya yang ada di lengan, tapi juga disini” jelas Hyunseong dambil memegang dadanya.

“huh?? Hanya karena kau patah hati setelah ditinggalkan pacarmu lalu kau melukai lenganmu sehingga membuatku berbelaskasih lalu memungutmu?” Sepertinya Sunghyo sudah tidak sabar lagi menghadapi sikap Hyunseong.

“yah memungut? Nunna apa kau tidak bisa megunakan kata-kata yang lebih manis? ahahaha”

“ah aku tidak tau! Pergi sekarang juga! Aku tidak mau tinggal satu rumah dengan pria asing aneh sepertimu” Sunghyo semakin sebal karena Hyunseonng terus saja menganti-ganti chanel televisi.

“yah bukankah aku sudah memperkenalkan diri? Nunna aku janji tidak akan merepotkanmu, apa kau tega membiarkan aku kehujanan diluar dengan luka yang seperti ini?”

“yah jangan mencari alasan, hari ini sangat cerah dan tidak ada hujan”

“sebentar lagi, sebentar lagi akan ada hujan” bisik Hyunseog yang entah sejak kapan sudah berada di depan Sunghyo sambil tersenyum manis. Ngan kesal.

Benar saja setelah Hyunseong menyelesaikan kata-katanya hujan tiba-tiba turun cukup deras.

“y.. yah.. apa kau ini peramal?” tanya Sunghyo dengan kesal.

“Tentu saja bukan, bagaimana kau bisa menyebutku peramal. Setidaknya aku masih belum cukup tua untuk menjadi peramal” kruyuuk.. “ah aku lapar.. nunna bisakah kau memasakkanku sesuatu??” ucap Hyunseong sambil memegangi perutnya yang lapar sambil kembbali berbaring di sofa.

“baiklah aku juga lapar” akhirnya Sunghyo harus membiarkan Hyunseong tinggal besamanya karena hujan semakin lebat. “YA! Berhenti memanggilku nunna. Bukankah katamu kau hanya lebih muda beberapa hari daripada aku. Aku tidak suka terlihat lebih tua.”

“baiklah.. terimakasih Sunghyo-ah” jawab Hyunseong sambil tersenyum penuh arti.

‘huh apa-apaan anak itu memanggilku nunna.. huh kenapa aku deg-degan seperti ini? Kenapa hari ini aneh sekali sih, tiba-tiba hujan deras?’

“Hyunseong-ssi makanan sudah siap” ‘euh apa aku ini.. apa aku pembantunya??’ gerutu Sunghyo dalam hati. “Hyunseong-ssi apa kau tidur?” teriak Sunghyo sambil mendekati sofa. ‘ah dia tidur.. apa aku biarkan saja yah? Ah tapi kasian juga kalau tidak ku bangunkan.. wajahnya tampan’ Sunghyo semakin mendekat ke sofa dan memperhatikan wajah Hyunseong, semakin dekat dan semakin dekat.

“Bwaaa!! Ahahahaha” Hyunseong mengagetkan Sunghyo yang sedang memperhatikan wajahnya. “apa apa? Apakah wajahku ini terlalu tampan sampai kau perhatikan seperti itu?”.

“ah apa-apaan kau ini. Menyebalkan!!”

“ah wajahmu merah nunna.. ahahaha”

“Ya sudah aku bilang jangan panggil aku nunna”

“baiklah.. uwaah ramen.. selamat makan”

________________________________________

-tbc-

Sorry for typo.. I’ll update soon.. promise ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s