[FF] Trouble Marriage

Author  : AmeyCloudsELF

 

Cast     :
-Kim Yesung (27)

-Sung Kyu Park (23)

-Lee Sungmin (26)

-Jo Young Min (23)

-Min Hyorin (27)

 

Summary : FF yang sudah lama author buat, mungkin sekitar 2011-an tapi ga sempet ngpublish. Jujur author aja udah ga ngecek ini isinya apa,  so ga tau harus bikin summary apa gendre apa dan rating apa, mungkin rommance, commedy juga yang jelas aneh!! Jadi mian kalo banyak keanehan, alur kecepetan, banyak Typo, author pabo. Deesbe, deelel. *shy* >/////////<

 

Nan original!!

_____________________________________________________________

 

Sung Kyu POV

“Kaja, pergilah!!” teriak eomma sambil melemparkan koperku.

”Eomma,. Waeyo? kau mengusirku!! Aku janji tidak akan bermain-main lagi” pintaku.

”Ahh,. Aku tidak perlu itu,. Tuan Kim, cepat antar dia” perintah eomma.

”Unnie tolong aku, apa kau tega melihat adikmu ini di usir,..” rengekku pada unnie.  Namun yang ku mintai pertolongan justru memihak eomma.

 

Sepanjang perjalanan aku memikirkan apa kesalahanku,. Tadi malam aku pulang jam 9 setelah pergi ke Jejudo baersama Jo, lalu apa salahku? Kenapa aku harus di usir? Semua permintaan eomma juga sudah aku turuti, kuliah, membantu unnie di butik, bersikap baik dengan rekan ayah, bahkan saat kuliah aku lulus dengan angka yang baik, kecuali hingga kini aku tak pernah berpacaran, dan melakukan semuanya sendiri. Tapi apakah itu suatu masalah? Aku kan tidak jelek, ramah, periang, banyak teman juga, Omona,.. apa karna itu? Tapi kan itu bukan salahku,. Mungkin pria-pria itu yang tidak berani mendekatiku.

 

”Nona sudah sampai, untuk beberapa bulan ini, anda akan tinggal di rumah ini, credit card anda untuk sementara di bekukan, jika nona membutuhkan berbagai keperluan, nona bisa menghubungi saya” jelas tuan Lee sambil menurunkan koperku,.

”Apa?? Dibekukan??” tak habis pikir aku dengan sikap eomma, kalau memang aku di suruh mencari jodoh, kenapa aku harus di asingkan ke rumah ini,. Tanpa credit card, sejenak aku teringat bahwa aku tidak punya uang tunai sepeserpun,.. eomma kau kejam sekali!!!,…

 

Aku masuk dan membanting pintu rumah ini,. Hemmm rumah siapa ini,. Dari luar terlihat sederhana, tapi bagaimana bisa di dalamnya terlihat begitu mewah?? Apa ini rumah eomma yang di sembunyikan dari appa?? Ku hempaskan tubuhku ke sofa,.

 

”Nuguseyo, siapa kau??” tanya seorang pria yang tiba-tiba ada di depanku hanya dengan menggunakan celana pendek dan menbawa handuk, kelihatannya baru selesai mandi,.

”kyaaa~ kau siapa?? Bagaimana kau ada disini?? Kau pencuri yah??” tanyaku sambil memukul-mukulkan bantal untuk mengusirnya,..

”Hei kau!! Keluar dari rumahku!!” bentak pria itu,..

”Apa?? Ja, jadi kau pemilik rumah ini? Omonaaa Eommaaaaaaaaaaaa!!” teriakku histeris,.. aku buru-buru menelfon eomma,.

”eomma apa yang kau lakukan, aku pikir kau mengasingkanku sendiri di sini?? Ternyata,.. apa kau mengenal pria ini??” tanyaku kebingungan.

”hahahaha, bersenang-senanglah disana, anggap saja ini liburanmu, hahaha, -bip-” ejek eomma sambil menertawakanku.

 

Aku kembali menatap pria itu, ia terlihat tanpan dan sexy dengan abs di perutnya (*datar*) ^^, dia melototiku dari atas sanpai bawah, aku coba tersenyum semanis mungkin dan memperkenalkan diri,.

”Annyeong haseyo, Jeoneun Sung Kyu Park imnida, Mannaseo bangapsseumnida” aku bahkan merangkai kata-kata yang indah dan membungkuk karena rasa bersalhku,. Tapi dia malah berlalu begitu saja,.

”Hei kau!! Siapa namamu??” aissh sombongya dia, aku tanya bukannya di jawab malah masuk ke kamar,. 30 menit kemudian aku masih menunggunya di depan pintu,.

”Huuu lama banget ganti baju gitu aja sampai setengah jam, sebenarnya dia itu pria apa wanita sih?” grutuku,..

”jaga rumahku!! Aku akan bekerja hari ini” perintahnya sambil berlalu dari kamar,.

”Ha?? apa-apaan dia? Memangnya aku pembantu di rumah ini? Enak saja,..”

 

Setelah ia pergi aku mulai berkeliling rumah,. Mencari kamar untukku,. Tapi tidak ada kamar lain selain yang di bawah, ruang wardrobe, gym, dan ruang kerja,

”rumah seebesar ini kenapa kamarnya hanya satu, apa dia tinggal sendiri di rumah ini?? Kasian sekali dia, kalau aku pasti sangat kesepian,. Sudahlah biar aku tidur di kamarnya saja, dia kan pria, bisa tidur dimana saja,.” hiburku sendiri,.

 

Aku menemukan iPod miliknya, aku buka dan terkejut kelihatannya ia selalu membersihkan rumah ini sendiri karena terlihat listnya di iPod,

”waah, bahkan jadwal mencuci baju, mengganti sprei, memotong rambut, mencuci mobilpun ada jadwalnya!! Omonaa,.. pria ini, ckckck,. Aku saja tidak pernah menggunting kukuku sendiri”.

 

Aku berdecak kagum karenanya,.. seharian ini waktuku ku habiskan hanya untuk mencari tau siapa pria ini,. Dari pasport dan ijazahnya aku tau ”dia Kim Yesung usia 27 tahun seorang pria singgle bergolongan darah A dan,..Waaw dia pintar sekali, lulusan Universitas Jepang dengan nilai yang baik, lalu sekarang dia bekerja sebagai wakil presdir Chongsang Group,. bukankah itu perusahaan besar,.. waah dia hebat sekali,. Hobbynya olah raga dan main musik, pantas saja rumah ini hanya di penuhi ruang-ruang aneh dan bukannya kamar tidur, huffh….” setelah kelelahan aku mandi dan menonton TV, karena bosan aku jadi ketiduran,…

 

 

Kim Yesung POV

Apa-apaan gadis ini, apa yang dia lakukan di kamarku berantakan sekali, ini semua pasti ulah eomma,.

”Annyeong, eomma apa yang kau lakukan dengan membawa gadis ini ke rumahku,… tapi dia sangat menggangguku,.. ini semua tidak gratis, aku akan meminta biaya sewanya ke eomma,.. tapi dia makan dan tidur di rumahku,..-bip-”.

 

Aiissh, ada apa dengan wanita tua itu,.. Ahhh, gaya tidurnya jelek sekali, mana bisa aku di suruh berpacaran dengan gadis seperti ini, tidak berkelas sama sekali,. Aku menggrutu terus sepanjang sore ini, lelah menggerutu akupun memutuskan untuk mandi,.

 

Malamnya entah kenapa kami bisa akrab hanya karena sempat rebutan chanel TV,.. jam 10 keadaan mulai, jadi aku memutuskan untuk ke kamar dan bersiap untuk tidur tapi dia menahanku,.

”Yesung Oppa, kau kan  pria, jadi biarkan aku tidur di kamarmu yah, kau tidur di ruang tamu saja, jebal!!” pintanya.

”Enak saja, ini rumah siapa? Kamar siapa? Lah ko aku yang di suruh tidur di luar?? Ga mau’!!” langsung aja aku rebahkan badanku di kasur, eh tapi si Sung Kyu juga ikutan,.

”Oppa jebal!! Aku tidak bisa tidur di luar, dan tidur di sofa,.”.

”tapi ini kan,..”

”Oppa,. Jebal =.=’ aku takut tidur di luar”

Ha!! Apa-apaan gadis ini, aegyo banget sejak kapan dia mamanggilku Oppa?? ”ne” dengan malas aku mengambil bantal dan berjalan keluar kamar, kumatikan lampu dan mencoba untuk tidur di sofa,.

 

Tik tuk, tik tuk, tik tuk,.

”Oppa,. Apakah kau sudah tidur?? Sakelar lampunya yang mana yah,..” aku teruskan usahaku untuk tidur dan tidak menghiraukan dia,

”Oppa,.. ’klang, pyarrr’ upss,. Awwww,.. sakiiit” tidak sengaja dia menyenggol vas bunga yang ada di meja sebelahku, langsung saja aku melompat dan menyalakan lampu,.

 

”Apa yang kau lakukan!! Kakimu berdarah” tanyaku khawatir karena pecahan kaca di telapak kaki kanannya.

”a, aku hanya ingin membawakan slimut untukmu, tapi aku malah menyenggol vas ini, mianhae Oppa,..”, melihat darahnya yang begitu banyak aku menggendongnya ke kasur dan mengobatinya karena dia terus saja menangis, aku tidak percaya sudah sebesar ini tapi mengapa ia menangis seperti anak kecil,..

”diamlah, sebentar lagi selesai”

 

Setelah selesai mengobatinya aku bermaksud untuk kembali tidur, aku lupa belum membersihkan pecahan vas tadi, akibatnya kaki kiriku terluka sama seperti lukanya,. Karena gadis itu sudah tidur aku sendirilah yang mengobatinya, aku tidak percaya ini sakit sekali pantas saja dia menagis,. Setelah selesai dengan lukaku, aku jalan tercincang-pincang membersihkan kaca-kaca itu aku tidak mau kaki kananku terluka juga karena kaca,. Aku menarik selimut yang dibawakan Sung Kyu dan tertidur,.

 

Paginya, ”Oppa bangunlah, bukankah kau harus kekantor” mengapa ada suara lembut, aku terkaget dan bangun, saat membuka mata dia sudah ada di depanku, duduk di sebelahku sambil memperhatikanku,

”mengapa kau tampan sekali saat tidur??” bukan main aku kaget mendengarnya,

”apakah kau mencoba menggodaku? Apa kau suka denganku??”.

”ckiik” terdengar suara cegukan ”ckiik, kau Kim Yesung 27 tahun wakil presdir Chongsang Group, kau sangat mempesona apa benar kau belum memiliki pacar, hiiik!!” tanyanya ngelantur,

”apa-apaan kau ini, kau mabuk??”  aku lihat ada gelas dan sisa arak di dapur, ”ini masih pagi, kenapa kau minum arak seperti ini” lanjutku mengomelinya.

”aku tidak minum arak pagi ini, aku hanya meminum air putih,. Ah apakah tadi air putih? Rasanya enak sekali,..” dia terus saja ngelantur,

“diamlah!!”.

”Oppa, apa kau tidak kesepian tinggal di sini sendirian, kalu aku pasti kesepian dan takut” omelnya sambil memelukku,.

 

Karena kelakuannya aku memutuskan untuk membolos kerja, bukan main merepotkannya gadis ini bahkan dia memuntahkan isi perutnya di bajuku. Setelah sadar nanti biar aku marahi dan akan kusiksa dia, ini semua karena ulahnya. Aku ingat setiap kali aku mabuk aku menginginkan bubur untuk di makan, mangkanya aku membuatkan bubur untuknya.

 

”Oppa, apa yang terjadi?? Aisssh nafasku bau sekali, apakah aku mabuk? Jam berapa ini??”, Apa!! Dia ini mabuk apa pabbo sih.

”Pabbo-ya!!” ucapku kesal sambil meninggalkannya. Setelah dia mandi aku membawakannya bubur.

”apa kau sendiri yang membuatnya? Waah enak sekali, kau pasti pandai memasak, waah kimchimu juga enak, wah kau baik sekali membuatkanku bubur abalon sepagi ini, bahkan kau bolos kerja demi menjagaku ^^, gomawoyo Oppa, Chu~” tiba-tiba dia mencium bibirku, meskipun hanya sebentar tapi itu sangat mengagetkan untukku karena kondisi kita saat ini.

”kau!!!” aku tak sanggup mengatakan apapun karena jantungku berdegup kencang sehingga aku pergi dari kamar dan suasana ini sambil terpincang-pincang.

”Oppa kau tidak apa kan?? Kakimu kenapa?”

”anio, gwenchana,.. cepat habiskan makanmu” jawabku sok galak.

 

Setelah kejadian itu aku merenung setelah dua hari ini kami tinggal bersama, kamar mandi kami gunakan bergantian, kasurku dia yang menggunakan, vas bunga terbaikku pecah, kakiku terluka, dan aku tidak masuk kerja karena harus merawatnya, sekarang berani-beraninya dia menciumku, untung saja singaku tidak ’mengaum’. Banyak sekali kerugian yang aku terima, aku harus menghitungnya!,.

 

 

Sung Kyu POV

Bukankah kemarin kakinya baik-baik saja, biar dech yang penting bubur ini enak sekali kalau begini terus aku akan betah tinggal berlama-lama disini ^^.

”Sung Kyu-ah cepat keluarlah!”. Mwoo ada apa dengan dia, sejak kapan dia memanggilku ’Sung Kyu-ah’, bukankah dia memanggilku ’hei kau!’ aku kira dia tidak ingat namaku.

”Ne, ada apa Oppa” jawabku polos.

”pulanglah!! Aku tidak mau kau tingggal disini lagi!!” perintahnya ketus.

 

”Apa?? Heemmm,.. seandainya saja bisa kulakukan, bahkan aku tidak tau bagaimana cara pulang” jawabku sambil menggaruk kepala. Pabboya saat tuan Kim mengantarku kenapa aku tidak meminta nomernya.

”baiklah akan ku antar, kada cepatlah kemasi barang-barangmu!!”. Meskipun aku di usir aku senang karena selama 24 tahun hidupku ini aku tidak tau bagaimana cara pulang kerumah sendiri, aku juga tidak cekatan dalam melakukan hal apapun, satu-satunya kelebihanku adalah aku pandai berbicara dan mempengaruhi orang. Hal itu memang tidak begitu penting bagi orang biasa, tapi itu sangat berarti bagiku, karena keahlianku aku bisa mendapatkan apapun yang aku mau, yaah setidaknya tidak dengan eomma dan unnie.

 

”Oppa, bagaimana jika eomma masih mengusirku? Lalu aku harus tinggal dimana?” tanyaku di mobil.

”itu bukan urusanku” jawabnya ketus.

Sesampainya di rumah aku disambut dengan tidak baik, seperti anak tiri saja ”mengapa kau pulang? Aku tidak menerimmu lagi sebelum kau menjadi dewasa dan mendapatkan suami!!”, JEGLERRRR…….

 

 

Kim Yesung POV

Mana tega aku meninggalkan gadis sebodoh dia yang akan di usir oleh eommanya sendiri, sehingga aku tetap menunggunya. Akapah dia belum tau maksud orang-orang tua mengirimnya kerumahku, apa yang harus aku lakukan agar semua hal konyol ini cepat selesai. Apa harus aku yang duluan? Kim Yesung sejak kapan kau bersikap murahan seperti itu.

”Oppa kau menungguku? Syukurlah karena aku diusir lagi L. Terimalah aku lagi” pintanya sangat menyedihkan.

”Ne araseyo,  tapi kau harus melakukan apapun yang aku perintahkan!” jawabku melunak

”gwenchana” tampaknya itu jawaban yang meragukan..

”Sungmin, bawakan pekerjaanku hari ini… ne aku tau itu biarkan saja… setidaknya aku harus menyelesaikan tugas tearakhirku… anio gwenchana… –bip-” kumatikan handphoneku setelah menelfon assistenku. Yah aku  terancam di pecat jika aku tidak menikahinya, anak dari tuan Park sahabat Appa dan Eomma.

 

Sesampainya di rumah aku menyuruhnya banyak hal, menyapu, mengepel, merapikan kamar dan mencuci bajunya sendiri.

”Apakah tidak perlu kucicikan juga pakaianmu?” tanyanya.

”tidak perlu, jangan sentuh pakaianku!!” perintahku tegas.

”baiklah” Bruuukk!!

”mianhae..” tidak sengaja dia menabrak Sungmin saat berbalik.

”Nuguseyo Oppa?” tanyanya pada Sungmin.

”Dia assistenku” namun aku yang menjawabnya.

”Annyeonghaseyo Lee Sungmin imnida, mannaseo bangapsseumnida Sung Kyu nona…” tentu dia sudah mengenal nona ini dari ayahnya.

”Annyeong…” jawabnya singkat dan pergi, tampaknya dia tidak menyadari marga Lee yang dimaksud.

 

Tampaknnya Sungmin senang bertemu dengannya, ”apa kau menyukainya?” tanyaku.

”ah hyung, tentu saja tidak” jawabnya mengelak.

”kau lebih mengenalnya, ceritakan padaku!!” perintahku padanya…

”dia sosok nona muda yang manis, sangat berbeda dengan kakaknya yang tegas. Tidak suka sendirian, supel dan memiliki sahabat yang menyukainya. Namanya Jo Young Min, mereka sering menghabiskan waktu dengan berpergian di Jejudo” jelasnya sambil memberikan beberapa dokumen.

”apakah hanya itu?” tanyaku lagi.

”dia kuliah di jurusan desain pakaian sesuai saran kakanya, lulus dengan nilai yang baik dan bekerja di butik kakaknya. Sangat polos dan tidak cakap melakukan apapun seperti membersihkan rumah dan…”

”apa?? Maksudmu menyapu mengepel dan…”

Braaak!!! ”hwaaaaa…” serentak kami  turun kebawah dan benar apa yang kutakutkan bukannya bersih rumahku justru berantakan.

Belum sempat aku menolongnya ”kau tidak apa nona? Apakah ada yang terluka?” tanya Sungmin yang membantunya bangun.

”bagaimana bisa aku baik-baik saja, badanku sakit semua. Oppa bantulah aku sepertinya vacum cleanermu ini rusak” lapornya manja kepadaku.

 

Setelah kekacauan itu Sungmin pulang dan tinggal kami berdua lagi di rumah ini, aku tidak terlalu suka bila Sungmin berlama-lama di rumahku. Malampun datang kami makan bersama di meja makan, ”makanlah yang banyak, pantas saja kau tidak bisa melakukan apapun dengan tubuh kurusmu itu”.

”ne Oppa kau baik sekali, ini makanan favoritku steak lidah. Waaah enak sekali, aku pasti akan menghabiskannya” ucapnya memuji masakanku.

Suasana menjadi tenang dan sedikit romantis di balkon atas rumahku saat kami makan bersama, untuk memecah suasana ini aku coba mengobrol tentang hubungan kita. ”apa kau tau mengapa kau dikirim kemari?” tanyaku padanya.

”Mollayo, tadi eomma bilang aku tidak boleh pulang sebelum menjadi dewasa dan mendapatkan suami” jawabnya singkat sambil terus mengunyah makanan.

”baiklah kalu begitu, menikahlah denganku” jawabku singkat sehingga membuatnya tersedak.

 

”uhukk, apa? Apa yang kau bicarakan? Kau pasti bercanda kan? uhuk” jawabnya sambil terbatuk.

”tidak, aku serius, menikahlah denganku, aku akan menyiapkannya jika kau mau” aku sangat malu saat mengucapkan itu, namun tak bisa aku tunda lagi dengan ancaman ayah yang akan memecatku.

”tapi kita baru mengenal, bukankah kita perlu waktu setidaknya satu minggu untuk berpacaran, ah tidak aku masih terlalu muda untuk menikah”

”baiklah, sekarang kita berpacaran seperti orang dewasa” jawabku ringan.

”ah, benarkah… apakah saat berpacaran kita akan pergi ke Jejudo seperti yang aku lakukan dengan Jo? Aku mempunyai Villa di sana kita bisa tinggal disana, ah apakah aku harus memanggilmu dengan sebutan Changi??” jawabnya antusias.

”baiklah terserah kau, besok kita berangkat, tapi malam ini aku tidak mau tidur diluar”

”Waeyo? la, lalu aku tidur dimana?” tanyanya bingung.

”Tidur denganku”

”apa?”

”itu yang dilakukan orang dewasa saat berpacaran” dia tampak sangat shock dengan ucapanku.

 

Seperti kataku kami tidur bersama, tapi tidak ada yang kami lakukan. Saat ini aku sangat tegang sehingga susah untuk tidur.

”Oppa, aku tidak bisa tidur”.

Namun aku kembali berpura-pura memejamkan mataku, ”mengapa kau cepat sekali tidur, aku sangat takut tidur disebelahmu. Aku takut kau akan menerkamku, bukankah semua pria melakukan itu. Aissh apa yang kubicarakan..”

”apakah seperti ini?” karena dia sangat berisik aku langsung saja berbalik dan mencium bibirnya yang cerewet itu.

”………… Oppa” mata kami saling bertatapan, lalu aku memeluknya.

”biarkan seperti ini, tiga menit, ah tidak dua menit saja” entah kenapa saat ini aku merasa sangat  nyaman berada di dekatnya. Belum dua menit aku pun bangun dan memilih tidur di lantai.

 

Paginya aku terbangun dengan sakit di sekujur badanku. Jam 8 pagi kami kami sudah berada di bandara, dan satu jam kemudian kami tiba di villa keluarga Park. ”maaf nona kami hanya bisa menyediakan satu kamar untuk anda karena perintah tuan besar” jelas petugas villa.

”baiklah, kami akan menggunakannya bersama” jawabku tegas sambil menggandeng tangan Sung Kyu.

”Apa???”

”diamlah ada orang yang mengawasi kita” bisikku di telinganya.

 

Sesampainya di kamar aku mejelaskannya padanya dengan cara memeluk dan membisikinya ”villa dan kamar ini sudah dipenuhi mata-mata dan CCTV, lihatlah di atas limari” ucapku sambil memutar badan kami sehingga dia bisa melihat lemari tanpa ketahuan.

”tapi apakah kita harus melakukan ini?” tanyanya dengan berbisik juga cukup pelan agar suara kami tidak akan terdengar di sebrang sana.

”iya, lakukan seolah kita benar-benar jatuh cinta”

”Saranghaeyo Oppa” jawabnya.

”nado saranghae changi” suara kami menjadi normal kembali, dan aku mencium bibirnya. Ciuman ini sedikit berbeda, karena kami saling melumat bibir. Aku pikir hal ini kami lakukan demi meyakinkan orang tua bahwa kami menuruti perintahnya, tapi aku tulus melakukannya, aku tau itu.

 

 

Author POV

Meskipun hanya beberapa hari ini mereka bertemu, namun intensitas mereka berdua dalam dua hari ini menjadi sangat dekat. Mereka menghabiskan waktu dengan bermain dipantai, kemudian makan dan kembali ke villa.

Dalam perjalanan, ”apa kita perlu menginap disini?” tanya Yesung.

”ne Oppa, aku suka di Jejudo”.

Pembicaraan dan aktivitas mereka ini dipantau oleh nyonya Park dan nyonya Kim, mereka berdua sangat puas dengan apa yang dilakukan kedua anaknya.

”Apa perlu kita membantu dalam mempersiapkan pernikahan?” tanya nyonya Park.

”aku rasa tidak perlu, Yesung kami bisa mempersiapkannya sendiri, hahaha. Aku tidak menyangka anakmu bisa menaklukan pria dingin seperti Yesung kami”.

”hahaha, sudah kubilang kan Sung Kyu bisa mempengaruhi orang?” jawab eomma Sung Kyu tidak mau kalah.

”lihatlah apa yang akan terjadi malam ini” sepertinya kedua ahjumma ini sudah mempersiapkan rencana yang extream.

 

Setelah mereka mandi secara bergantian, pukul 8 malam pesanan mereka pun sudah diantar. Mereka makan di kamar dengan suasana yang di romntis-roomantiskan dengan baik. Yesung tau pasti ada yang direncanakan oleh orang tuanya dengan makanan ini, maka dari itu dia hanya berpura-pura meminum cockail yang disediakan. Namun sayang karena Sung Kyu sudah menghabiskan coctailnya, sehingga wajahnya tampak memerah sekarang.

 

”kau tak apa?”

”gwenchana Oppa ^^” jawabnya manis.

”aku akan pergi sebentar, jangan kemana-mana” Yesung pergi untuk mengembalikan meja makan,. Karena khawatir dia mengunci kamar villa dan pergi membeli obat penghilang mabuk, namun dia teringat untuk berpura-pura bahwa semuanya berjalan dengan lancar.

”changi, kau sudah pulang?” tanya Sung Kyu setengah mabuk.

“ne, mianhae sudah membuatmu menunggu lama” jawab Yesung sambil memeluk Sung Kyu.

Sung Kyu sedikit terhuyung karena campuran cocktail yang sudah bereaksi di tubuhnya, sehingga mereka ambruk di kasur.

 

 

Kim Yesung POV

Suasana sangat hening, hanya suara nafas dan degupan jantung kami berdua.Apa yang harus aku lakukan untuk meyakinkan eomma??? tanyaku dalam hati. Jantungku derdegup dengan sangat cepat memompa darahku ke sekujur tubuh. Langsung saja aku membalikkan badan Sung Kyu sehingga posisiku berada diatasnya sekarang. Wajah Sung Kyu sama merahnya dengan wajahku, bukan aku yang memulainya hingga kami semakin dekat dan tidak ada jarak lagi diantara kami.

 

Kami saling berciuman, sangat-sangat lama waktu yang kami habiskan untuk berciuman. Aku mulai kembali ke otakku yang masih normal, cukup sampai sini saja. Aku akan berpura-pura tertidur dan memeluknya dibalik slimut. Seolah dia mengerti maksudku, Sung Kyu pun tertidur di pelukanku. Syukurlah obat itu hanya membuatnya sangat mengantuk…

 

Paginya aku terbangun dengan kaget, selimut yang kami gunakan sudah berada di lantai dan dia tertidur di atas dadaku dengan pakaian yang acak-acakan dan t-shirtku pun sudah lepas entah dimana.

”Sung Kyu-ah bagunlah…”

”eemmh, Oppa aku masih sangat ngantuk” jawabnya malas.

Alhasil rencana mereka benar-benar berhasil memperalatku dan Sung Kyu, aku tau sekarang mereka pasti tertawa dengan puas. Aku tidak mau terus-terusan dipermainkan seperti ini.

”bangunlah, kita harus pulang sekarang. Ada pekerjaan yang harus aku lakukan”.

 

Jika aku di rumah, mereka sudah tidak bisa mempernainkanku seperti ini. ”Sung Kyu-ah apa kau masih mengantuk?” tanyaku padanya sambil mengawasi rumahku, siapa tau mereka sudah menaruh CCTV saat kami meninggalkan rumah.

”sudah tidak Oppa, emmmb… semalam apa yang terjadi? Kenapa suhu menjadi sangat panas dan badanku menjadi lemas?” tanyanya penasaran.

 

Aku menjelaskan padanya, dia terlihat membeku sejenak. ”apa?? apa kau sudah menyentuhku?” tanyanya.

”tentu saja tidak, ma, maksudku belum, ah tidak” jawabku tergagap, setelah menceritakan kepadanya entah kenapa aku jadi ingin melakukan sesuatu dengannya.

 

 

Sung Kyu POV

Hari ini adalah hari pernikahanku dengan Yesung Oppa. Tamu yang datang sangat banyak sekali, bahkan aku tidak sanggup mengenal mereka satu persatu. Setelah pemberkatan kami berciuman seperti yang diminta Oppa tadi malam agar orang tua kami lebih yakin. Sebenarnya tanpa dimintapun aku akan melakukannya, karena aku benar-benar menyukainya. Aku sangat menyukainya sejak awal kami bertemu, aku juga akan terus berusaha agar dia bisa menyukaiku.

 

Aku benar-benar bahagia bisa menikah dengannya, namun tampaknya ada beberapa orang yang tidak bahagia. Jo tidak datang di pernikahanku, karena aku tau dia sangat menyukaiku. Dan Lee Sungmin anak tuan Lee yang baru-baru ini aku ketahui dari Oppa bahwa dia menyukaiku sejak kecil.

 

Seusai pesta pernikahan kami tidak bisa melakukan honey moon, karena besok Oppa sudah naik jabatan menjadi presdir. Dan akupun harus kembali membantu unnie di butik, aku melakukannya dengan senang karena tau bahwa credit cardku sudah dikembalikan oleh eomma. Kami pun kembali kerumah dengan senang,.

 

”changii….” suara itu mangagetkanku dari lamunan, suara pria yang dengan sempurna menikahiku. Siapa yang menyangka niat kami yang semula hanya untuk menyenangkan orang tua, justru membawa kami ke cinta yang sesungguhnya.

 

 

Kim Yesung POV

Entah kenapa otakku menjadi tertutupi hafa nafsu setelah melihat dia sudah menjadi istriku. Kemudian aku memeluknya ”changi….”

”ne yeobo”

”aku sangat mencintaimu” lalu ku angkat tubuhnya ke kasur kami. Dia terlihat begitu seksi dan menggoda agar aku mencumbunya. Dari perkenalan, berpacaran, dan pernikahan kami hanya memerlukan waktu satu minggu. Dan selama satu minggu ini aku tidak pernah melihatnya secantik ini.

 

Malam ini kami lalui dengan keindahan yang tidak akan kami lupakan. Hingga pagi menjelangpun kami tidak tidur, hanpir saja kami telat datang ke kantor. Setelah aku mengantarnya ke butik aku langsung ke kantor. Di kantor entah kenapa semua orang menatapku.

”apa ada sesuatu yang aneh dengan diriku?” bisikku pada Sungmin.

”ah hyung kau tidak biasanya seperti ini, matamu terlihat mengantuk, tanpa dasi, dan kerah yang tidak dikancingkan. Apakah ada yang menggangumu? Ini hari pertama kau menjadi presdir”

Betapa malunya aku jika aku mengatakan bahwa ini semua ulah dari Sung Kyu. ”Oh, aku hanya.. bangun kesiangan. Kau tau kan.. kami menyelesaikan pesta itu hingga pukul berapa? Maksudku..” jawabku terbata.

”ne hyung, hehehe aku tau itu… apa perlu aku belikan dasi untukmu??” jawab Sungmin seolah mengerti maksudku.

 

”dasar gadis itu” grutuku pelan.

”aku senang nona Sung Kyu sudah menikah denganmu hyung.. kau pasti bisa menjaganya”

”apa maksudmu? Apa aku tidak ceburu padaku?” tanyaku balik.

”anio, aku suka dengannya namun aku menganggapnya seperti adik. Maaf bukan maksudku kurang ajar, karena aku tau ayahku hanya seorang pesuruh dikeluarganya”.

”baiklah, teruslah begitu kepadanya” jawabku singkat.

 

Hari ini terasa sangat berat karena aku sangat mengantuk dan lelah. Saat rapatpun aku tertidur dikursi, ”Sungmin, jemput Sung Kyu saat istirahat nanti. Belikan makanan untuk kami juga” itulah isi pesan yang aku kirim pada dongsaengku itu.

 

”Oppa aku sangat menagntuk sekali, bolehkah setelah ini aku pulang terlebih dahulu…” rayunya padaku agar aku memintakan izin pada unnienya.

”ne changi, aku juga ingin tidur setelah ini. Kalau begitu kita pulang bersama-sama, tapi habiskan dulu makanmu”

 

Seminggu ini kami menjadi gila karena malam menjadi siang dan siang menjadi malam.

”hei kau!! Mentang-mentang sudah menikah kau melupakan pekerjaanmu. Hari ini kau harus lembur!!” tegur Appa pada sabtu sore.

”tapi appa aku sangat lelah sekarang ini, berilah aku waktu untuk cuti dan pergi bersama istriku….” pintaku memelas kepada appa

”ini memang salah eommamu, belum saatnya kau menikah…” gerutu appa.

Aku hanya tertawa saja, ”aku tau itu, berikan kami tiket untuk berlibur”.

”baiklah, minggu depan kalian bisa berlibur, tapi selesaikan dulu tugasmu!! Dan jangan pulang sebelum membawa cucu untukku!!” perintah Appa.

 

Kehidupan pernikahan kami sangat indah di awalnya, terutama saat mengetahui bahwa Sung Kyu hamil anak kami. Bahkan appa langsung membelikan pulau untuk kami sebagai hadiah.

 

Menjelang tiga bulan usia pernikahan kami, tepatnya saat usia kehamilan Sung Kyu baru dua bulan aku bertemu dengan mantan pacarku dulu, dia adalah Hyorin. Dia sama cantiknya dengan saat kami SMA, dia mengira aku belum menikah. Dia terus saja merayuku, karena rasa bahagiaku bertemu dengannya aku bahkan mengacuhkan Sung Kyu.

 

Karena aku tidak tega membohongi Hyorin akhirnya aku mengaku bahwa aku sudah menikah tiga bulan yang lalu, bahkan akan memiliki anak. Awalnya Hyorin kaget dan meminta maaf padaku, tapi akhirnya kami melanjutkan hubungan gelap kami. Sebelum akhirnya diketahui oleh Sungmin tentunya.

 

”Hyung apa yang kau lakukan semalam? Pergi kemana kau?” tanya Sungmin.

”aku, tentu saja dirumah bersama Sung Kyu” jawabku datar.

”lalu siapa yang aku temui di pub bersama mu semalam? Apa itu Min Hyorin? Aku melihatmu hyung…” skakmat.

Sejak kapan dia mengawasiku? ”kau, apakah kau di perintahkan oleh Sung Kyu?”

”tidak hyung…”

”bagus jangan beritau dia!!” aku tau perintah ini tidak akan mempan untuknya.

”tapi hyung, ingatlah Sung Kyu sekarang sedang mengandung baby!”

”aku tau itu…” jawabku sambil berlalu. Mulai saat inilah aku menganggapnya sebagai ancaman.

”kau sangat tega memperlakukan gadis polos seperti ini…”

 

”Sudah satu minggu ini Oppa sedikit berbeda kepadaku, apakah ada yang salah denganku” tanyanya saat makan malam.

”apa maksudmu?? Aku sama saja, apakah aku oplas menurutmu, hahaha” jawabku mengelak.

Awalnya malam ini aku akan pergi bersama dengan hyorin, tapi aku memutuskan untuk tetap di rumah. Setelah aku ingat, cukup lama aku belum mencumbui istriku ini pantas dia curiga kepadaku.

 

 

Sung Kyu POV

”yeobo, aku harus check up hari ini”.

“oh, benarkah tapi maaf aku tidak bisa mengantarmu L” tampaknya dia sibuk akhir-akhir ini.

”gwenchana, aku akan berangkat dengan tuan Lee saja” jawabku.

 

Saat perjalanan mobilku dihadang oleh mobil merah milik Jo, sehingga aku memilih pergi dengannya. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya sampai-sampai aku lupa tujuanku yang sebenarnya untuk check up. Di tengah perjalanan hujan sangat lebat, sehingga saat jo mengusulkan untuk bermain dulu di apartement aku menyetujuinya saja.

 

Aku sering bermain di apartement ini, tentunya sebelum aku menikah. Hal yang kami lakukan adalah melakukan banyak hal, jika lelah kami hanya tidur-tiduran dan mengobrol di kasur seperti yang aku lakukan hari ini.

”apa kau bahagia setelah menikah?”

”tentu saja, bagaimana denganmu?” tanyaku balik

”aku sangat buruk, pagi itu setelah kita pergi ke Jejudo aku bermaksud berpamitan kepadamu bahwa aku harus pergi ke Jepang. Tapi kau sudah pergi menemui pria lain, dan sekarang saat kita bertemu lagi bahkan kau sudah memiliki baby. Kau kejam sekali Sung Kyu” ucapnya.

 

Aku tau dia sangat menyukaiku, tapi aku sudah terlanjur menganggapnya kakaku, karena dialahyang selalu menjagaku saat sekolah dulu. Namun selama 5 tahun kami kenal, suasana seperti ini baru aku rasakan. Dia memainkan jarinya di wajahku, mengelus pipi dan perutku. Bukankah itu yang biasa di lakukan Yesung oppaku saat dia merayuku.

 

”apa kau masih menyukaiku?”

”tentu saja, aku masih sangat-sangat menyukaimu, neomu saranghae, Norul hangsang saranghal goya”

”tapi aku sudah menikah dengan orang lain”

”biarkan saja dia, apakah dia memperhatikanmu akhir-akhir ini?” pertanyaan ini benar-benar menusuk hatiku, karena memang oppa jarang memperhatikanku akhir-akhir ini.

”lalu apa yang harus aku lakukan? Aku sangat mencintainya” jawabku bingung.

”biarkan aku saja yang mencintaimu jika ini bisa membahagiakanmu” bisiknya padaku. Saat itu hampir saja kami berciuman, sebelum akhirnya seseorang datang.

 

 

Lee Sungmin POV

”Sung Kyu-ah bangunlah!!” bentakku kaget saat memasuki kamar Jo. Tak kusangka dia benar-benar ada di sini.

 

Sebenarnya aku ingin mengajaknya melihat apa yang dilakukan oleh suaminya dengan Min Hyorin. Sehingga aku menghubungi Appa yang mengaku bahwa ia dibawa pergi oleh pria brengsek ini. Langsung saja aku menariknya ke mobil, namun tampaknya dia masih syok saat aku mengetahuinya hampir berciuman dengan pria lain.

 

”tenanglah, aku akan menutup mulutku” ucapku menenangkannya.

”khamsahamnida oppa” jawabnya singkat.

”aku ingin memberitahumu sesuatu, tapi aku harap kau jangan kaget atau sedih. Aku sudah tidak sanggup lagi menyembunyikan ini darimu” aku akhiri pembicaraan ini saat tiba di depan hotel.

”apakah kita turun disini? Kita akan bertemu dengan siapa oppa??” tanyanya bingung.

”bertemu dengan seseorang” kita bersama-sama menuju lantai 4 hotel ini. Lansung ku pencet bel kamar nomor 411,

”Room Service!!” teriakku.

 

Pintu kamarpun terbuka dan betapa kagetnya Sung Kyu saat melihat suaminya Topless dan hanya menngunakan celana pendek saja.

”oppa, apa yang kau lakukan?” tanyanya sesaat smbil melihat sisi ranjang.

Yap dia menemukan wanita lain sedang menunggu suaminya di tempat tidur, dialah min Hyorin. Dia dan sepupunya Jo Young Min bersekongkol demi mendapatkan cinta pertama mereka lagi.

”Changi,.. aku akan menjelaskannya. Maafkan aku…” jawab Yesung terbata.

Namun Sung Kyu sudah berlari meninggalkan kami, ”pakailah bajumu hyung, aku akan mengejarnya”.

 

Aku terus mengejarnya keluar hotel sebelum akhirnya kakiku terkilir. Meskipun aku berusaha seperti apapun dia tetap tidak terkejar, sama seperti cintaku yang tak akan sampai. Hujan terus turun semakin deras aku takut terjadi apa-apa dengan kehamilannya, untunglah yesung kini telah datang untuk mengejarnya. Di tengah hujan ini aku menangis menyaksikan orang yang paling aku sayang patah hati, dan mereka terus saja bertengkar di hujan seperti ini.

 

_End_

 

Thanks for read. Siders tanggung sendiri dosanya. No COPAS, No BASH!!

13 thoughts on “[FF] Trouble Marriage

  1. Nih ad sequel kah😦 trnya hyorin sm youngmin sengkokol :’/ huftt pkokx sekuel tuh sungkyu knp jg kegoda sm youngmin jd semua serba salah deh -,-

    • Hahaha.. ini udah mau 2014 yah.. dan author buat FF itu tahun 2011.. udah agak lupa juga ceritanya gimana..😀
      Karena kamu suka okelah kalo ada waktu Mey bikin sequelnya..
      Thankyu buat sarannya..🙂

  2. Huwwaaa… End.y ko seperti ini😥 sangat menyedihkan eohh… Tapii ttap daebakk.. Bikin sequel donkk… Mauu yaaahh…🙂 salam reader baru😀

  3. wah.,wah.,author-nim,salam kenal ya,new readers here.,
    walaupun ending nya gantung,tpi aku menghargai keputusan mu kok.,
    apa lagi bkin nya thun 2011 ya?,secara keseluruhan isi dan jalan cerita nya bagus
    selalu berkarya.,fighting.,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s